Geliat

Gerakan Peduli Ibu Anak Selamat (GELIAT)

Dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan Bayi di Kabupaten Poso, Dinas kesehatan melakukan berbagai macam cara untuk meningkat Sumber Daya Manusia dari Tenaga kesehatan yang ada di puskesmas dan di desa, diantaranya dengan mengadakan pelatihan Asuhan persalinan normal, manajemen asfiksia bayi baru lahir, Manajemen BBLR, Poned, Stimulasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak.

Namun, angka kematian Ibu dan Bayi masih meningkat. Salah satu Inovasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah Gerakan Peduli Ibu Anak Selamat. Inovasi gerakan peduli ibu anak selamat melibatkan Pemerintah dan jajarannya (Camat/PKK, Danramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas) dengan tujuan dapat bekerja sama dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di wilayah kerja. Gerakan peduli ibu anak selamat diharapakan mampu menurunkan Angka kematian Ibu dan Anak menjadi NOL.

Salah satu agenda yang harus dipenuhi dalam Millenium Development Goals (MDGs) adalah meningkatkan derajat kesehatan ibu dengan indikator turunnya Angka Kematian Ibu (AKI) hingga 102/100.000 KH dan menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) hingga 23/1000 KH pada tahun 2015. Kabupaten Poso termasuk 13 daerah dengan AKI dan AKB tertinggi di Propinsi Sulawesi Tengah. Ironisnya, salah satu daerah penyumbang angka kematian ibu Bayi terbanyak adalah Kabupaten Poso.

Berdasarkan target MDGS, angka kematian ibu di Kabupaten Poso sudah dibawah target, karena Angka kelahiran tidak mencapai 100.000 Kelahiran. Namun bila dilihat jumlah absolut kematian ibu di Kabupaten Poso pada tahun 2014, terdapat 6 kasus ibu meninggal dan 38 kasus bayi meninggal. Angka ini kemudian meningkat pada tahun 2015. Tercatat 9 kasus kematian ibu dan 46 kasus kematian bayi atau sekitar 13 /1000 KH. Banyak faktor yang menjadi penyebab kematian ibu, diantarannya 3 terlambat (terlambat membuat keputusan, terlambat tiba di fasilitas kesehatan, dan terlambat dalam pertolongan medis) dan 4 terlalu (terlalu muda untuk hamil, terlalu tua untuk hamil, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak antar anak).

Selama ini sudah dilakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah kematian ibu, pada tahun 2015 angka kematian tetap meningkat yaitu dari 6 kasus di tahun 2014 menjadi 9 kasus di tahun 2015 dan AKB dari 38 Kasus di tahun 2014 menjadi 46 kasus di tahun 2015. Keluarga dan masyarakat merupakan komponen penting dalam upaya penurunan AKI dan AKB. Keluarga memiliki andil besar dalam menentukan kehamilan dan jumlah anak yang dimiliki. Faktor pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang kehamilan serta komplikasi yang mungkin timbul dapat berpengaruh dalam perencanaan dan kecepatan bertindak pada saat persalinan. Sebagai salah satu elemen masyarakat, Tenaga Kesehatan memiliki peran dalam menurunkan angka kematian ibu dan Bayi .

Di Kabupaten Poso dalam rangka percepatan pencapaian MDGs, khususnya tujuan ke 1, 4 dan 5 yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak. Bidan Desa sebagai salah satu tenaga Kesehatan yang memiliki Kemampuan dan keterampilan dengan variasi keilmuan yang sangat beragam, tidak hanya terkait aspek medis tetapi juga aspek non medis, memiliki peran penting dalam berkontribusi terhadap penurunan kematian ibu dan bayi khususnya di kabupaten Poso. Jumlah Bidan yang begitu besar dengan berbagai latar belakang keilmuan dan keahlian adalah sumber daya yang luar biasa untuk peningkatan kesehatan ibu dan bayi dan khususnya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Seperti diketahui, tujuan utama dari Geliat ialah menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Poso guna tercapainya AKINO 2020. Secara khusus, diharapkan dapat membantu menurunan Angka kematian ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB), mengoptimalkan Komunikasi, Pengendalian, peran petugas kesehatan secara berjenjang, meningkatkan pemberdayaan lintas sector terbaik dalam menurunkan AKI dan AKB dan memanfaatkan kemajuan tehnologi komunikasi dalam upaya komunikasi pelayanan kehamilan, persalinan dan nifas.

Pemeran Terkait Dalam gerakan peduli ibu anak selamat ( Geliat ) melibatkan:

  1. Camat/PKK dan jajarannya.
  2. Kapolsek dan jajarannya
  3. Danramil dan jajarannya
  4. Kapolsekdan ajarannya
  5. Kepala Puskesmas/ Dokter Puskesmas dan Seluruh Bidan diwilayahnya

Secara umum kegiatan Geliat ini didukung oleh empat instrument kegiatan:

  1. Melakukan 5 Koordinasi (5KA) pada saat masa kehamilan (ANC).
  2. Melakukan 5 komunikasi (5KI) pada masa persalinan berlangsung (INC)
  3. Melakukan 5 komunikasi (5KP) pada masa post partum berlangsung (PNC)
  4. Melakukan 5 Ambulance (5A) pada masa Kehamilan, Persalinan dan Nifas.